Pengungsi Butuh Air Bersih dan Penerangan, Bandara Masamba Ditutup hingga 29 Juli

Dok Palopo Pos

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Banjir bandang yang menerjang Desa Radda, dan Kota Masamba betul-betul membuat luluh lantak Aktivitas perkantoran, perekonomian, dan transportasi lumpuh total.

Sejumlah kantor perbankan ikut terdampak banjir. Bandara Andi Jemma juga menghentikan penerbangan hingga 29 Juli mendatang. Masjid-masjid, dan puskesmas dalam kota turut kebanjiran. Bahkan, rumah jabatan Bupati Lutra tak luput dari terjangan air bah ini.

Dari pantauan Palopo Pos di Kota Masamba, Rabu 15 Juli 2020, kemarin, sejumlah alat berat ekskavator mulai melakukan pengerukan material bekas banjir di jalan-jalan protokol Kota Masamba, dan di Desa Radda.

Material lumpur bercampur pasir itu diangkut menggunakan truk tongkang. Ada sekira 30 truk antre untuk memuat material ini.

Selanjutnya, material itu lalu dibuang di pinggir jalan sebelum Kota Masamba sebelah Selatan. Hanya saja, beberapa jalan dalam Kota Masamba nampak masih tertutup material kayu gelondongan, dan pasir. Ketinggiannya hingga atap rumah.

Beberapa jalan juga masih tergenang air bekas banjir. Seperti di jalur dua Kota Masamba, dan di depan Taman Kota. Warga terdampak yang masih selamat juga masih sibuk menyelamatkan barang-barang di rumahnya.

Ibrahim salah satunya. Warga Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Luwu Utara menuturkan, kesehariannya membuka usaha rumah makan sederhana di Jalan Salawati Daud.

Akibat banjir yang terjadi, Senin malam 15 Juli 2020, lalu, membuat warungnya tertimbun material bekas banjir.

Komentar

Loading...