Suap Penerimaan Pegawai PDAM hingga Rp65 Juta

Kamis, 16 Juli 2020 22:38

Ilustrasi suap. Foto: Pixabay

FAJAR.CO.ID,JATENG–Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini dalam kasus dugaan suap penerimaan pegawai di badan usaha milik daerah tersebut.

Aspidus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ketut Sumedana seperti dilansir dari Antara di Semarang mengatakan, Ayatullah sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 27 Juni 2020 setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kudus pada 11 Juni 2020. Dalam perkara itu, tersangka memiliki peran memerintahkan dan menerima uang suap tersebut.

”Tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan. Tersangka ini yang memerintahkan untuk mencari pegawai yang ingin diangkat atau dipromosikan jabatannya. Sudah ada 16 pegawai yang mengaku menyerahkan uang tersebut,” kata Ketut pada Kamis (16/7).

Bersama dengan tersangka, diamankan pula barang bukti berbagai dokumen dan uang Rp 65 juta yang diduga hasil suap. Ketut menyebut, terdapat unsur pemaksaan dalam perkara tersebut. Dari hasil penelusuran, total uang suap yang sudah mengalir ke tersangka diperkirakan mencapai Rp 720 juta. ”Uang tersebut, diduga dari hasil suap penerimaan pegawai selama kurun waktu 2019 hingga 2020,” ujar Ketut.

Dalam perkara itu, tersangka dijerat dengan pasal 12e, 11, serta pasal 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, satu di antara tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menerima sejumlah uang dalam penerimaan pegawai di PDAM Kudus, terpapar Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma membenarkan dari tiga tahanan titipan Kejari Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19, salah satunya tersangka kasus PDAM. Dia mengaku tidak mengetahui apakah yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri, karena hal tersebut menjadi kewenangan Kejari Kudus. ”Setelah hasil tes usap tenggorokan keluar, kami serahkan kepada Kejari Kudus,” ujar Aditya. (JPC)

Bagikan berita ini:
9
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar