Tanti Andriani Dibawa Mutar-mutar di Grogol Malam Hari, Ternyata…

Kamis, 16 Juli 2020 10:59

Tanti Andriani menceritakan ihwal ratusan Kartu Jakarta Pintar (KJP) menjadi jaminan untuk memberi utang kepada orang tu...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tanti Andriani, pedagang yang menyimpan 219 Kartu Jakarta Pintar (KJP), sempat dituduh sebagai rentenir.

Tanti mengaku memberikan pinjaman uang dengan jaminan atas dasar rasa iba. Dia mengatakan, di masa pandemi COVID-19, banyak orang tua murid yang kesulitan hingga nekad meminjam uang untuk membeli beragam kebutuhan.

“Saya orangnya suka iba, saya tadinya juga berawal dari orang susah, jadi kalau ada yang minta bantu ya adalah rasa iba,” kata Tanti yang ditemui di tokonya di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (15/7).

Tanti mengatakan, jaminan KJP tersebut atas kesepakatan dengan para orang tua. Bahkan ada juga orang tua yang hendak menggadaikan ponsel hingga STNK motor kepadanya.

Dia beranggapan, menggunakan ponsel dan STNK motor sebagai jaminan justru akan semakin menyusahkan orang tua murid yang meminjam uang.

“Jadi saya lebih ke unsur kasihan ya, apalagi sekarang kalau enggak ada jaminan kan susah juga kita (Tanti, red) minjamin soalnya enggak tahu mereka tinggal di mana,” kata dia.

Hingga saat ini, Tanti mengatakan masih banyak orang tua murid datang kepadanya untuk meminjam uang atau meminta keringanan membeli seragam sekolah.

Sementara itu, saat menjadi korban pemerasan, Tanti mengatakan pada 4 Mei 2020 dia dituduh sebagai rentenir yang membuat orang-orang menggadaikan KJP anaknya oleh pengaku polisi dan wartawan.

Komentar


VIDEO TERKINI