Ada Mahasiswa yang Bawa Senjata Tajam saat Unras di DPRD Sulsel

Aksi demo yang berakhir ricuh di depan kantor DPRD Sulsel.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Amarah ratusan massa terlihat saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Sulsel. Tembakan gas air mata milik polisi terdengar berkali-kali. 

Tak hanya itu saja. Polisi yang menggenggam erat sebuah tongkat, berkali-kali mengayunkan ke arah massa yang hendak merengsek masuk ke kantor wakil rakyat itu. 

Pintu gerbang arah keluar kantor yang terletak di Jalan Urip Sumohardjo tersebut tumbang. Emosi massa saat itu memang sudah sampai di ujung tanduk. 

Niatnya untuk bertatap langsung dengan para pemangku jabatan penting di kantor itu, justru dihadang oleh aparat kepolisian hingga kericuhan tak terelakkan. 

Imbasnya, puluhan massa yang mengatasnamakan mahasiswa dari berbagai aliansi justru ditangkap oleh polisi. Mereka terjungkal ke tanah lalu dibawa ke kantor polisi saat itu juga. 

“Total ada 37 orang yang diamankan. Satu orang diantaranya membawa senjata tajam,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Kamis malam, (16/7/2020). 

Perwira satu melati ini menyebut, massa yang membawa senjata tajam diketahui bernama Al Animul Fadil. Salah satu mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Kota Makassar. 

Kericuhan itu terjadi tak berselang lama. Ratusan massa yang menolak Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja akhirnya membubarkan diri, setelah datang ke kantor DPRD Sulsel sejak pukul 08.00 Wita. 

Komentar

Loading...