AMM Sinjai Tuntut Inisiator RUU HIP Diusut dan BPIP Dibubarkan

AMM Sinjai saat menyampaikan aspirasi di DPRD Sinjai

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Sinjai menggelar aksi demonstrasi. Hal itu dilakukan sebagai respons atas polemik Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP)

Aksi itu dilakukan oleh AMM yang terdiri dari empat organisasi otonom Muhammadiyah. Yakni, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Silih berganti orator menyampaikan kritikannya di perempatan lampu merah jalan Jenderal Sudirman dan jalan Bhayangkara. Kemudian berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Sinjai dengan menyerahkan pernyataan sikap kepada penerima aspirasi.

Koordinator Aksi, Supriadi mengatakan, ada tiga poin tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksinya. Pertama, menghentikan dan mengeluarkan RUU HIP/PIP dari daftar program legislasi nasional (Prolegnas).

Alasannya, kedudukan pancasila yang diatur dalam TAP MPRS nomor XX/1996 juncto TAP MPR nomor V/1973, TAP MPR nomor IX/1978, dan TAP MPR nomor III/2000 sudah sangat kuat jadi tidak perlu dijadikan UU secara khusus.

“Pancasila sudah final, tidak perlu lagi direvisi,” tegasnya, Jumat 17 April. Kedua, mereka meminta agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dibubarkan.

Keberadaan BPIP dinilai sangat memungkinkan adanya tafsir tunggal terhadap nilai pancasila. Terutama dalam mengatur kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan budaya diindonesia,

Ketiga, mereka menuntut agar inisiator RUU HIP diusut. Sebab usulan yang dimunculkan menimbulkan kontroversi kontra negatif terhadap warga bangsa. Sehingga berpotensi merongrong persatuan yang melanggar pada nilai-nilai pancasila.

Komentar

Loading...