Kabar Denda Tilang untuk Warga Tanpa Masker, Begini Penjelasan Ganjar

Gubernur Ganjar Pranowo melihat Pos Pantau Merapi Induk Balerante, Kemalang, Kabupaten Klaten. Foto: Instagram

FAJAR.CO.ID,SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan pesan berantai terkait penerapan denda tilang masyarakat yang tidak bermasker adalah hoaks. Ganjar mengatakan tidak akan tega memberikan denda kepada masyarakat yang sedang kesulitan ditengah Pandemi COVID-19.

“Untuk menegakkan disiplin masyarakat, memang harus ada sanksinya, apa sanksinya itu yang masih kami diskusikan. Kalau denda sebanyak itu ya mosok tegel (masa tega). Mosok lagi pagebluk seperti ini tega saya kasih denda kepada masyarakat,” kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Jumat (17/7).

Ganjar memastikan bahwa informasi denda bagi masyarakat tidak bermasker itu bukan dari dirinya. Ia juga tidak tahu siapa yang menyebarkan informasi itu ke publik, sehingga masyarakat jadi resah.

“Saya tidak tahu, mungkin itu sama dengan yang terjadi di provinsi lain. Kalau dilihat dari sisi gambarnya, mungkin informasi itu yang ada di Jawa Barat. Kalau tidak salah, Jawa Barat sudah menerapkan itu.,” terangnya.

Menurut Ganjar, pengambilan keputusan untuk memberikan hukuman tidaklah mudah. Tentu saja, kondisi sosiologis masyarakat harus dipikirkan meskipun tujuannya untuk menegakkan aturan terkait kedisiplinan dalam rangka protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, pihaknya sedang mendiskusikan dengan para kepala daerah terkait sanksi yang harus diberikan dalam rangka penegakan disiplin masyarakat.

Ada yang mengusulkan push up. Selain itu ada juga yang mengusulkan membersihkan tempat umum. Baca Juga: Ganjar Mengingatkan Ponpes Jangan Sampai jadi Klaster Covid-19 “Usulannya ya gitu-gitu. Meskipun pasti ada yang setuju dan ada yang tidak,” ucapnya.

Komentar

Loading...