Kemendikbud Diminta Buat Aplikasi Pendidikan, Pengamat: Ngapain Bikin Lagi?

Ilustrasi seorang guru memberikan materi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa kelas XI SMA, beberapa waktu lalu. (DOK. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta DPR untuk membuat terobosan teknologi. Mereka diminta untuk membuat sebuah platform untuk memfasilitasi anak-anak yang belajar di rumah.

Menanggapi hal itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji pun mengatakan untuk apa hal itu dilakukan. Sebab, Kemendikbud saat ini juga telah memiliki platform Rumah Belajar.

“Kan udah ada rumah belajar ngapain dibuat lagi. Udah ada rumah belajar, buat apa bikin sesuatu yang udah ada. Apa manfaatnya. Emang gampang bikin aplikasi, bisa sehari dua hari? Terus pas aplikasi jadi, bisa langsung dipake?,” terang dia ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (17/7).

Justru, menurutnya sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan aplikasi tersebut dengan maksimal. Dibandingkan membuat aplikasi baru.

“Kalau kita sama sekali ngga punya boleh lah kita bicara itu, entah membuat membeli menyewa. Kita punya, kenapa harus bikin lagi, apa alasannya,” ujarnya.

Platform tersebut saat ini pun telah menginjak umur yang kesembilan. Pada perjalanannya dari masa ke masa, saat ini Rumah Belajar telah memiliki Kelas Maya sebagai learning management system, Laboratorium Maya untuk simulasi percobaan sains digital, Buku Sekolah Elektronik, Wahana Jelajah Angkasa, Karya Bahasa dan Sastra dan masih banyak lagi.

“Rumah Belajar cukup lengkap, ada kelas maya, ada kontennta, banyak hal yg bisa dimanfaatkan.” jelasnya.

Komentar

Loading...