Novel Baswedan Mengaku Sedih, Ini Penjelasannya

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan-- (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyesalkan proses persidangan hingga vonis dua tahun penjara terhadap pelaku penyiram air keras terhadap dirinya. Novel tak begitu kaget mendengar vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Seperti diketahui, terdakwa penyiram air keras Novel yakni Rahmat Kadir Mahulette divonis dua tahun penjara. Sedangkan, Ronny Bugis divonis satu tahun penjara.

“Sejak awal cerita vonis akan dua tahun atau kurang sudah disampaikan kepada saya. Ketika fakta-fakta persidangannya begitu jauh dari itu saya kita itu terlalu tampak,” kata Novel dikonfirmasi, Jumat (17/7).

Vonis terhadap pelaku penyerangan, lanjut Novel, menunjukkan komitmen negara semakin jauh untuk melindungi aparatur pemberantas korupsi. Hal ini menunjukkan keprihatinan, karena negara tidak komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

“Ini sulit untuk diharapkan, bisa memberantas korupsi dengan efektif ketika negara tidak punya komitmen yang benar terhadap keberpihakan untuk melakukan pemberantasan korupsi secara serius,” cetus Novel.

Novel mengaku tidak bersedih dengan putusan Hakim. Namun, yang membuatnya sedih, karena memberantas korupsi di Indonesia sangat berbahaya.

“Saya bersedih ketika memberantas korupsi ternyata tidak ada perlindungan hukum dari negara. Tentunya saya juga bersedih ketika koruptor seperti menang dan mereka justru merasa bisa berbuat lebih jahat lagi ke depan dan bisa mengancam aparatur yang bekerja memberantas korupsi,” tandas Novel.

Komentar

Loading...