Pasar Saham Asia Menguat, Harga Emas Dunia Redup

ILUSTRASI emas. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas dunia akhir pekan ini mengalami penurunan yang cukup tajam karena menguatnya aset berisiko seperti pasar saham di Asia. Meskipun demikian, penguatannya masih dibatasi oleh kecemasan atas melonjaknya kasus Covid-19 dan memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Mengutip laman Reuters, Jumat (17/7) harga emas di pasar spot turun menjadi USD 1.797,24 per ounce pada pukul 07.45 WIB, setelah jatuh hampir 1 persen di sesi terakhir. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat sebagian besar tidak berubah di posisi USD 1.799,70 per ounce.

Seperti diketahui, Amerika Serikat melaporkan sedikitnya 70 ribu kasus baru Covid-19, yang merupakan rekor kenaikan harian untuk ketujuh kalinya pada bulan ini. Sementara Presiden the Fed New York, John Williams mengatakan, perlu beberapa tahun bagi ekonomi Amerika Serikat untuk pulih dari kerusakan yang disebabkan pandemi tersebut, dan belum waktunya untuk memikirkan tentang menaikkan suku bunga.

Namun, di sisi lain, pasar Asia tampaknya dibuka dengan nada yang lebih kuat, mengabaikan pelemahan Wall Street ketika Amerika Serikat bersiap untuk memperdebatkan stimulus ekonomi untuk melihat negara itu bisa menangani wabah virus korona. Pasar juga terus mencermati hubungan perdagangan Tiongkok dengan Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk melarang semua anggota Partai Komunis Tiongkok dan keluarga mereka menyambangi Amerika Serikat. Adapun harga logam lainnya, palladium turun 0,8 persen menjadi USD 1.981,10 per ounce, sementara platinum stabil di posisi USD 824,27 per ounce dan perak naik 0,1 persen menjadi USD 19,19 per ounce.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...