Pasca Banjir Bandang di Luwu Utara, Dua Desa Masih Terisolir

Dok Palopopos

FAJAR.CO.ID, MASAMBA— Dua desa di Luwu Utara masih terisolir pasca banjir bandang yang menerjang Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Masamba, Senin malam (13/7/2020). Dua desa tersebut adalah Desa Maipi di Kecamatan Masamba, dan Desa Meli di Kec.Baebunta.

Kepala Desa Desa Maipi, Hasbir ditemui Palopo Pos, Rabu 15 Juli 2020, ada sekira 230 KK yang terputus hubungan dengan masyarakat luar lantaran jembatan penghubung Desa Baloli dengan Desa Maipi terputus akibat diterjang banjir bandang.

Selain itu, satu lagi desa yang terisolir ada di Kecamatan Baebunta, yakni Desa Meli. Di desa ini hampir seluruhnya rata dengan material lumpur bekas banjir. Hanya segelintir orang yang selamat dari amukan air bah. Untuk menuju desa ini, akses jalan satu-satunya juga tertimbun lumpur hingga ketinggian 2 meter.

Terpisah, Kepala BPBD Lutra, Muslim Muchtar, mengatakan, hampir semua relawan baik Basarnas dan BPBD di empat kabupaten/kota di Luwu Raya membantu, demikian juga daerah lainnya.

“Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang, dari data yang ada 69 orang yang hilang kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang, kemudian 5 diantaranya kita tidak terdeteksi. Oleh karena itu, kita fokus dibawah pimpinan Basarnas,” jelasnya.

Kurang lebih 474 KK atau sekitar 1.700 jwa warga Desa Meli yang selamat mengungsi di perkebunan kelapa sawit Dusun Rante Kalua, Desa Meli.

Komentar

Loading...