Pengelola Hiburan Masih Abai Protokol Covid-19

  • Bagikan

Razia protokol kesehatan di tempat hiburan malam dilakukan karena penularan virus korona kembali meningkat. ”Kondisi saat ini butuh kepedulian semua pihak tanpa terkecuali,” tegasnya.

Jumlah pasien positif semakin meningkat, begitu pula pasien yang meninggal dunia terus bertambah. Orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah.

”Semua upaya akan kami ikhtiarkan seperti memobilisasi anggota Pol PP untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Tidak hanya ke tempat hiburan malam, pasar-pasar tradisonal, kantor pemerintahan, dan sekolah-sekolah juga terus dipantau. ”Rupanya ikhtiar ini harus dilakukan bersama-sama agar lebih masif dan efektif,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, mengingat bahaya virus korona, upaya pendisiplinan warga akan terus ditingkatkan. ”Tidak cukup dengan imbauan, penerapan sanksi juga akan dilakukan,” katanya.

Menurutnya, ketaatan menjalankan protokol covid-19 menjadi satu-satunya cara mencegah penyebaran virus. Bila warga tidak disiplin, penyebaran akan meluas. Dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan dan perekonomian daerah. ”Seluruh sumber daya kita bisa terkuras untuk itu saja,” katanya.

Ia meminta pengelola tempat usaha menerapkan protokol covid-19 dengan benar. Bila tidak, pemda ke depan akan menutup tempat usaha tersebut. Hal sudah diatur dalam rancangan perda yang sedang disusun. (ili/r5/jpc)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan