Pengungsi Tidur Beralas Plastik, Gubernur Rancang Rumah Sementara, Mensos Siapkan Santunan

Menteri PU PR, Gubernur Sulsel dan Bupati Lutra. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, FAJAR — Duka masih menyelimuti warga Masamba. Korban kini hidup di pengungsian. Tidurnya hanya beralas plastik.

Kemarin, hari ketiga pasca banjir bandang melanda Kecamatan Masamba dan Desa Radda di wilayah Kecamatan Baebunta. Data terakhir, bencana ini menyebabkan 69 orang hilang. 24 orang meninggal dunia.

Akibatnya, banyak warga yang mengungsi. Takut banjir bandang susulan. Ada yang mengungsi ke gunung. Memasang tenda darurat di eks lahan kelap sawit. Dalam tenda itu hanya ada plastik yang dijadikan alas sekaligus kasur.

Atapnya berupa terpal. Tidak ada dinding penutup. Saat hujan, basah. Mereka kehujanan. Pun, saat malam udara dingin akan menyengat hingga ke dalam tulang. Angin bebas masuk tanpa penghalang.

Tidak hanya itu, sanitasi lingkungan juga sangat minim. Jangan tanya mandi. Sudah pasti mereka sudah tak lagi mandi. Krisis air bersih melanda.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sudah memahaminya. Makanya, saat tiba di Masamba, Luwu Utara, ia menegaskan air bersih adalah hal yang paling mendesak. Mobil tangki pun disiapkan. Datanya bisa lihat grafis.

Sanitasi lingkungan dan kondisi korban ini memang patut jadi atensi. Apalagi, banyak anak-anak dan orang tua. Tenda harus disiapkan untuk pengungsi di daerah pegunungan Meli yang gelap.

Karena itu, ia berencana akan menyiapkan rumah darurat untuk tempat tinggal para pengungsi. Semua pihak harus mengambil langkah cepat penanganan banjir bandang ini. Pembagian tugas harus dilakukan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar