Rampasan KPK Senilai Rp62 Miliar Dibuat Taman Bermain, Arief Poyuono: Masih Banyak Rakyat Tak Punya Tanah Pak!

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Boleh juga ide Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bagaimana tidak, susah payah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua bidang tanah yang didapat dari praktik haram, rencananya lahan tersebut bakal dijadikan taman bermain.

Padahal jika diperuntukan bagi warga kurang mampu atau keluarga yang tidak memiliki pekarangan untuk membangun, mungkin lebih bermanfaat.

”Ya itu bagian dari ide. Ide yang mungkin masuk akal. Menurut Sofyan Djalil. Tentu saja kita harus hargai. Tapi kalau cara pandang dan polanya lebih progresif, tentu lahan itu bisa diperuntukan bagi warga yang benar-benar tidak mampu. Lho masih banyak warga tak punya tanah Pak!” terang Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (16/7).

Secara rinci dua bidang tanah itu terletak di Jakarta dan Madiun. Satu bidang tanah terletak di Jalan Paso, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan senilai Rp26,8 miliar (eks barang rampasan Negara dalam perkara a.n Terdakwa Irjen Pol Drs Djoko Susilo SH MS).

Kemudian, satu bidang tanah berikut bangunan di atasnya yang terletak Jalan Sikatan, Kota Madiun, Jawa Timur, senilai Rp10 miliar (eks barang rampasan Negara dalam perkara a.n Terdakwa Bambang Irianto SHMM). Dengan demikian, total seluruh aset yang diserahkan KPK kepada Kementerian ATR/BPN yakni senilai Rp36,9 miliar.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar