Tak Terbukti Perbuatan Terdakwa Penyerang Novel Sebabkan Luka Berat

Ketua Majelis Hakim Djuyamto menyebut dua terdakwa penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinyatakan tidak terbukti berniat menyebabkan luka berat meski sudah merencanakan penyerangan. (Mifthulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Dua terdakwa penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinyatakan tidak terbukti berniat menyebabkan luka berat meski sudah merencanakan penyerangan. Hal itu karena keduanya mencampur air aki dengan air keran.

Pernyataan ini diungkapkan Ketua Majelis Hakim Djuyamto saat membacakan amar putusan dua terdakwa penyerangan Novel yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis di PN Jakarta Utara, Kamis (16/7) malam WIB.

“Perbuatan terdakwa telah menambahkan air ke dalam mug yang telah terisi air aki sebenarnya tidak menghendaki luka berat pada diri saksi korban Novel Baswedan,” ucap Djuyamto.

Majelis hakim memandang jika terdakwa ingin melakukan luka berat terhadap Novel tidak mencampur air aki dengan air yang ada di dalam mug. Terlebih, keduanya merupakan anggota Brimob yang terlatih melakukan penyerangan secara fisik.

“Sebab jika sikap batin terdakwa ingin menimbulkan luka berat, tentu terdakwa tidak perlu menambahkan air kepada mug yang telah terisi air aki yang merupakan air keras tersebut atau dengan cara lain apalagi terdakwa anggota pasukan Brimob yang terlatih melakukan penyerangan secara fisik,” beber Hakim.

Majelis hakim mengutip pernyataan Hamdi Muluk yang menjadi ahli dalam persidangan. Menurutnya, terdakwa hanya ingin memberikan pelajaran terhadap Novel untuk memuaskan rasa impuls, hanya ingin membela korps intitusi Polri tempat kedua terdakwa bekerja.

Komentar

Loading...