Parpol Pengusul RUU HIP Berpotensi Kehilangan Pendukung di Pilkada

Suasana unjuk rasa penolakan RUU HIP.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) tak hanya berpotensi mereduksi dan memperlemah Pancasila tapi juga berpengaruh besar pada peta politik, khususnya pada gelaran Pilkada serentak 2020 yang juga akan dilaksanakan di Makassar 9 Desember mendatang.

Banyak kalangan menilai, kritikan terhadap RUU itu bakal menimbulkan dampak masif. Partai pengusul RUU HIP berpotensi besar kehilangan pendukung, apalagi di Makassar, kota yang warganya sangat menjunjung Pancasila.

“RUU HIP ini kemudian muncul interpretasi bahwa partai pendukung itu tidak Pancasilais atau tidak mengikuti semangat Pancasila. Sebaliknya yang menolak itu punya semangat mewakili masyarakat,” ujar Sukri Tamma, Sabtu (18/7/2020).

Sukri tidak menafikan bahwa apa yang terjadi di pusat juga akan berdampak ke daerah. Untuk politik, tentu mengarah pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwalkot) Makassar. Partai pengusul RUU HIP berpotensi akan kehilangan banyak pendukung. Partai-partai pengusul itu akan tekor.

“Ada kekhawatiran memang karena ini sensitif dan bisa menimbulkan hal-hal riskan,” kata Sukri seraya menambahkan bahwa RUU HIP bukan sebatas pada persoalan ideologi bagi masyarakat, tetapi juga perasaan.

Pada akhirnya, pemerintah memang telah secara resmi menarik pembahasan RUU HIP. Sebagai gantinya, pemerintah mengusulkan Rancangan Undang-Undang Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (RUU BPIP).

Komentar

Loading...