PDIP Usung Putra Jokowi di Pilkada Solo, Natalius Pigai: Politik Jijik dan Jorok

DARI MARTABAK KE PILWALI: Gibran berorasi sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kamis (12/12). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Solo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Teka-teki dukungan PDIP di Pilkada Kota Solo akhirnya terjawab. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini resmi mengusung putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota.

Sementara itu kader PDIP lain Achmad Purnomo yang sebelumnya justru direkomendasikan DPC PDIP Surakarta justru terlempar dari rekomendasi DPP.

Jokowi memanggilnya ke Istana untuk memberitahu kabar pengusungan Gibran Rakabuming sebagai Cawalkot Solo. Purnomo diminta legowo menerima keputusan partai yang mengusung Gibran.

Lebih Ironis. Achmad Purnomo yang rela mengalah Gibran diusung PDIP di Pilwalkot Solo 2020, mengaku mendapat tawaran jabatan dari Presiden Jokowi sebagai timbal balik. Namun Purnomo menyatakan menolaknya.

“Ya ada (tawaran timbal balik), tapi bagi saya ndak perlu,” ungkap Purnomo seperti dikutip detikcom (17/07).

Baca juga: PKS Tak Dapat Koalisi, Putra Jokowi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Solo

Cara Jokowi tersebut dipandang tidak etis dan terlihat sembrono karena dianggap memanfaatkan kekuasaan untuk memberi pengaruh keputusan kader partai.

Aktivis Natalius Pigai mengatakan Jokowi seolah menggunakan otoritasnya untuk menekan aspirasi partai dari bawah.

“Sejak awal saya dukung hak Gibran, tapi mulai hari ini, perilaku Jokowi memalukan diri. Otoritas negara dipakai untuk menekan dan amputasi hak partisipasi politik rakyat.” ujarnya.

“Politik jijik dan jorok. Semua KKN terpotret dan terlihat di jejak digital. bermartabatlah.” kata dia lagi.

Komentar

Loading...