Perseteruan Warisan di Keluarga Eka Tjipta, Status Anak Luar Nikah jadi Masalah

Mendiang Eka Tjipta Widjaja. Foto: Instagram Eka Tjipta Foundation

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Praktisi hukum alumni Universitas Jayabaya Fahmi H. Bachmid menyebut anak dari hasil perkawinan yang dilakukan menurut hukum agama, memiliki hak terhadap harta warisan orangtua.

Fahmi menyatakan pandangannya, menyusul langkah anak konglomerat Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjaja, menggugat lima kakak tiri atas hak warisan/wasiat ayahnya di 12 perusahaan. Sidang perdana atas gugatan Freddy dengan nomor 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst, telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/7) lalu.

Freddy merupakan anak luar kawin dari pernikahan resmi yang pernah dilakukan Eka Tjipta bersama dengan Lidia Herawaty Rusli, sebagaimana dinyatakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Nomor 36/PDT.P/2020/PN.JKT/PST.

Menurut Fahmi, harus bisa dibedakan antara sahnya perkawinan dan tercatatnya perkawinan. Dalam pasal Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 1/1974 Tentang Perkawinan disebut, perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.

“Jadi, sah atau tidaknya suatu perkawinan bukan ditentukan tercatat atau tidaknya perkawinan. Melainkan disyaratkan dengan dilangsungkan secara hukum agama masing-masing,” ujar Fahmi saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (17/7). Menurutnya, konsekuensi dari adanya perkawinan yang sah ialah memiliki pasangan yang sah, melahirkan anak yang sah dan saling mewarisi.

Karena itu, kata dosen fakultas hukum Universitas Narotama Surabaya ini, belum tercatatnya perkawinan, bukan berarti perkawinan itu tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar