PPDB Makassar Ditutup, Titik Koordinat Jadi Evaluasi Panitia

FOTO: IKBAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi resmi ditutup siang tadi, Sabtu (18/7/2020). Selama enam hari pendaftaran dibuka, berbagai kendala dialami oleh orang tua siswa.

Salah satunya adalah titik koordinat yang menjadi masalah hingga akhir pendaftaran. Akibatnya, orang tua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makasar untuk meminta penjelasan.

Ombudsman Makassar meminta pelaksanaan PPDB dievaluasi. Polemik pendaftaran tak boleh dibiarkan berlarut-larut untuk tahun-tahun ke depan.

Ketua Ombudsman Makassar, Ihwan Patiroy, menilai, masalah koordinat domisili disebabkan data pokok pendidikan (dapodik) siswa tidak terintegrasi dengan data kependudukan. Makanya, koordinat domisili selalu bermasalah.

Di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, puluhan orang tua siswa masih berdatangan. Mereka ingin memastikan koordinat domisili anaknya tidak salah. Operator sekolah, masih tidak memuaskan. Lambat merespons keluhan.

“Pada pelaksanaannya Disdik menjadikan dapodik jadi acuan. Itu tidak diperbarui. Makanya banyak yang datanya berbeda. Tidak terintegrasi dengan Disdukcapil. Padahal integeitas data ini sangat penting,” ungkapnya, Sabtu (18/7/2020).

Ihwan menyebut pelaksanaan PPDB menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) ini tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua masyarakat paham. Banyak juga yang kesulitan mengakses situs.

“Makanya orang tua yang ingin konsultasi berdatangan di kantor disdik. Padahal seharusnya ini tidak terjadi. Apalagi kondisi kita sekarang masih dalam masa pandemi,” kata dia.

Komentar

Loading...