PPDB Makassar Ditutup, Titik Koordinat Jadi Evaluasi Panitia

Sabtu, 18 Juli 2020 19:49

FOTO: IKBAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi resmi ditutup siang tadi, Sabtu (18/7/2020). Selama enam hari pendaftaran dibuka, berbagai kendala dialami oleh orang tua siswa.

Salah satunya adalah titik koordinat yang menjadi masalah hingga akhir pendaftaran. Akibatnya, orang tua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makasar untuk meminta penjelasan.

Ombudsman Makassar meminta pelaksanaan PPDB dievaluasi. Polemik pendaftaran tak boleh dibiarkan berlarut-larut untuk tahun-tahun ke depan.

Ketua Ombudsman Makassar, Ihwan Patiroy, menilai, masalah koordinat domisili disebabkan data pokok pendidikan (dapodik) siswa tidak terintegrasi dengan data kependudukan. Makanya, koordinat domisili selalu bermasalah.

Di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, puluhan orang tua siswa masih berdatangan. Mereka ingin memastikan koordinat domisili anaknya tidak salah. Operator sekolah, masih tidak memuaskan. Lambat merespons keluhan.

“Pada pelaksanaannya Disdik menjadikan dapodik jadi acuan. Itu tidak diperbarui. Makanya banyak yang datanya berbeda. Tidak terintegrasi dengan Disdukcapil. Padahal integeitas data ini sangat penting,” ungkapnya, Sabtu (18/7/2020).

Ihwan menyebut pelaksanaan PPDB menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring) ini tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua masyarakat paham. Banyak juga yang kesulitan mengakses situs.

“Makanya orang tua yang ingin konsultasi berdatangan di kantor disdik. Padahal seharusnya ini tidak terjadi. Apalagi kondisi kita sekarang masih dalam masa pandemi,” kata dia.

Masalah ini diakuinya harus menjadi bahan evaluasi bagi Disdik. “Harus ada perubaha data terbaru peserta didik,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Makassar, Amalia Malik mengungkapkan, data siswa yang diinput ke dalam sistem merupakan data terbaru. Bila ada perubahan, kata dia, itu karena tidak melaporkan ke pihak sekolah.

“Data yang kita input ke dapodik itu data terbaru pada Juni. Sudah terbaru itu. Kalau pun ada yang berbeda sebenarnya karena ada peserta didik yang mengubah datanya tetapi tidak melaporkan ke sekolah,” jelasnya.

Mengenai data yang tidak terintegrasi, Amalia menampik hal tersebut. Data sudah terbaru. “Pada proses verifikasi kalau data berbeda atau dicurigai baru kita check by check langsung di Disdukcapil,” sebutnya.

Amalia mengaku, pelaksanaan PPDB memang mesti dievaluasi. Pihaknya, kata dia, terus berupaya memperbaiki segala keluhan yang dilontarkan masyarakat. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
4
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar