Sisi Lain Perjuangan Tim SAR di Lutra, Daun Pisang jadi Sajadah saat Salat di Tengah Bencana

Sabtu, 18 Juli 2020 13:10

Tim SAR gabungan melaksanakan salat di tengah bencana. (Dok Basarnas Makassar)

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA – Langit begitu cerah. Angin berhembus di sebuah tanah lapang. Bekas lumpur yang telah mengering, pasca banjir bandang menerjang Kabupaten Luwu Utara.

Lumpur itu telah mengeras. Bahkan kendaraan roda empat pun sudah bisa berpijak di atasnya. Serpihan kayu dan material rumah yang hancur jadi pemandangan saat itu.

Jumat, (17/7/2020). Hari sudah menjelang siang. Paparan sinar matahari mulai menyengat.

Saat jarum jam sudah mengarah ke pukul 11.00 Wita, pria beragama Muslim tahu apa yang akan dilakukan pada waktu itu.

Yah benar. Kewajiban menunaikan salat Jumat harus dilakukan. Lantunan ayat suci Alquran harusnya sudah terdengar kala itu.

Namun apalah daya. Rumah, perkantoran hingga masjid sekalipun rusak bahkan hancur saat banjir itu datang dan menelan banyak korban jiwa.

Di atas lumpur yang mengeras, tim SAR gabungan berbondong-bondong mencari lembaran daun pisang.

Tak ada jalan lain. Daun itu dipakai alas untuk menjadi tempat sujud. Daun itu disusun rapih agar tak mudah terhempas angin saat salat sementara dilakukan.

“Petugas di sana beralaskan daun pisang di atas lumpur sisa banjir yang telah mengering. Bekas taman pintar di pinggir Sungai Masamba,” kata Humas Basarnas Makassar, Hamsidar melalui pesan singkat, Sabtu (18/7/2020).

Mereka salat di bawah sebuah pohon besar nan rimbun. Salah satu tumbuhan ciptaan Tuhan itu tak goyah sejak bencana alam itu mulai menghantam.

Komentar


VIDEO TERKINI