Update Banjir Bandang Masamba, 14 Ribu Warga Mengungsi, 17 Masih Dinyatakan Hilang

Pengungsi banjir Masamba menempati tenda darurat.

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Bantuan terus mengalir untuk pengungsi. Demikian pula pembukaan akses jalan yang tertutup lumpur.

Pencarian korban banjir bandang juga masih diintensifkan. Penanganan bencana mulai jalan di relnya.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengaku perhatian Presiden Jokowi kementeriannya sangat besar. Menjadi pelecut semangat masyarakat untuk bangkit.

“Kami bersama-sama melakukan pembersihan dan evakuasi serta mencari korban yang belum diketemukan,” jelasnya.

Ia mengaku fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan di wilayah terisolasi. Terutama jalan Nasional.

Hal itu penting dikarenakan jalan itu menjadi jalur pendistribusian logistik bagi korban di pengungsian. “Urat nadi lalu-lintas dan perekonomian,” katanya.

Sejauh ini, bantuan bagi warga terisolasi masih menggunakan kendaraan roda dua. Ada beberapa jembatan gantung dan jembatan betonnya terputus. Karena itu, pendistribusian melalui jalan di pegunungan.

BPBD Luwu Utara melansir pengungsi mencapai 14.483 jiwa. Terbanyak dari Masamba, 7.748 jiwa, Baebunta 5.808 jiwa, lalu Sabbang 927 jiwa.

Kasi Ops Basarnas Sulsel Rizal mengatakan, hari ini ada empat tambahan orang meninggal ditemukan Basarnas dari Radda.

“Saat ini sudah ada 35 orang yang ditemukan meminggal dunia,” katanya. Selain itu, ada 17 orang dinyatakan hilang. Basarnas melakukan pencarian jenazah malam hari.

Pengungsi korban banjir bandang di Luwu Utara di tenda darurat butuh makanan siap saji. Mereka tidak butuh beras. Apalagi sembako.

Komentar

Loading...