67 Warga Dinyatakan Hilang, 36 Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang

Dok Palopopos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peristiwa banjir bandang masih menoreh luka bagi warga di Luwu Utara. Berdasarkan data BNPB setempat tercatat, hingga kemarin, Sabtu (18/7/2020) sebanyak 36 jiwa meninggal dunia, 67 hilang, 51 luka dan dirawat serta 14.483 mengungsi di tiga kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Masamba.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan, pada Sabtu pagi (18/7/2020), kembali tim gabungan menemukan korban banjir bandang di Luwu Utara.

Raditya Jati membeberkan, korban berjenis kelamin perempuan ditemukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, BPBD Kota Palopo, Basarnas, Palang Merah Indonesia, Tagana Kabupaten Luwu Utara, Petugas Damkar Luwu dibantu dari unsur TNI/Polri beserta warga di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

“Proses evakuasi korban yang belum teridentifikasi berjalan selama empat jam,” demikian kutipan dari akun resmi bnpb.go.id, Minggu (19/7/2020).

Raditya mengaku, kondisi jalan yang sulit diakses dan korban yang tertimbun lumpur serta pepohonan menjadikan proses evakuasi cukup rumit.

“Kondisi seperti ini yang menyulitkan tim dalam upaya melakukan pencarian para korban yang diduga banyak yang tertimbun lumpur atau terseret arus,” ungkapnya.

Menurut perkiraan, korban masih bisa bertambah. Sebab, kata dia, ada ratusan rumah yang tertutup lumpur hingga setinggi lebih dari 2 meter. Selain itu masih ada lokasi yang belum dapat diakses.

Komentar

Loading...