Banjir di Wajo Kepung 14.220 Unit Rumah Warga

Puluhan ribu rumah warga di Kelurahan Laelo Kecamatan Tempe terendam banjir setinggi tiga meter lebih. Masih ada warga di lokasi ini bertahan di tengah banjir. FOTO: IMAN SETIAWAN/FAJAR

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Banjir di Kabupaten Wajo belum juga surut. Malah semakin meluas, rumah warga terdampak sebanyak 14.220 unit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Andi Muslihin menyampaikan, banjir yang terjadi di Wajo sudah hampir 60 hari. Terhitung sejak 19 Mei lalu. Ketinggian air pun mulai 30 cm sampai 360 cm.

Kata dia, hingga saat ini terdapat 47 desa dan 23 kelurahan di 10 kecamatan terdampak. Yakni, Kecamatan Tempe, Belawa, Tanasitolo, Pammana, Sabbangparu, Bola, Sajoangin, Majauleng, Gilireng, dan Penrang.

“Curah hujan masih tinggi, membuat Danau Tempe dan sungai tidak bisa menampung tinggi air. Ditambah kiriman air dari hulu (kabupaten tetangga) menyebabkan banjir semakin meluas sampai ke 10 kecamatan,” ujarnya, Sabtu, 18 Juli.

Dia menambahkan, berdasarkan data Pusdalops BPBD Wajo, sampai sebanyak 14.220 unit rumah warga terdampak. Terdiri 11.895 unit air belum masuk ke dalam rumah dan 2.325 unit, sudah tergenang air dalam rumah.

“Pengungsi pun demikian. Semakin meningkat 16.680 Kartu Keluarga (KK) atau 50.302 jiwa. Terbagi, 123 KK atau 399 jiwa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan 198 KK atau 675 jiwa mengungsi ke lokasi pengungsian,” rincinya.

Sementara, Bupati Wajo Amran Mahmud mengaku, telah menyalurkan bantuan sembako, air bersih, dan bambu kepada korban banjir.

Komentar

Loading...