Klaster Secapa AD Bandung, Ini Kabar Terbaru Jenderal Andika Perkasa

KSAD Jenderal Andika Perkasa (depan) saat memberikan penjelasan terkait kasus Covid-19 di Secapa AD, di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7). Foto: Muhammad Dikdik/Radarbandung.id

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa terus memantau perkembangan penanganan pasien COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung, Jawa Barat.

Pada Minggu (19/7) ini, kembali dilakukan swab test kepada para siswa di sana. Andika mengatakan, dari hasil tes ini, ada sembilan siswa yang dinyatakan negatif COVID-19.

Dengan begitu, jumlah pasien positif kembali berkurang menjadi 840, dari sebelumnya 849 pada Sabtu (18/7).

“Dari hasil lab PCR ada 9 pasien lagi yang dinyatakan negatif. Jadi dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD sudah berkurang 468 orang dan menjadi tinggal 840,” kata Andika dalam keterangan yang diterima JPNN (grup fajar.co.id), Minggu.

Menurut Andika, angka 840 itu hasil penghitungan 1.308 dikurangi 468 orang. Andika pun menerangkan, dari 840 pasien positif itu, ada 16 orang masih dirawat di RS TNI AD Dustira, Bandung.

“Sedangkan 824 orang lainnya berada di Secapa AD, melakukan isolasi tanpa keluhan apapun,” tambah Andika.

Selain itu, dalam mendukung penanganan COVID-19, Andika telah meminta RSPAD Gatot Soebroto menjalin kerja sama terkait penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit UNAIR terkait obat COVID-19.

Kemudian Kamis 16 Juli 2020, laboratorium PCR kedua mulai dioperasikan yakni di RS TNI AD Sariningsih, Bandung untuk mempercepat pelayanan pemeriksaan spesimen hasil swab di Bandung dan sekitarnya.

Komentar

Loading...