Ribuan Calon Siswa di Makassar Terancam Gigit Jari, Pemerintah Didesak Tidak Cuek

Minggu, 19 Juli 2020 11:45

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said menyoroti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. Ia berharap pemerintah menciptakan formulasi khusus agar mampu mengakomodir seluruh calon peserta didik untuk mendapatkan sekolah.

“Saya berharap, tidak ada anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena tidak mendapatkan sekolah,” ujar Sahruddin, Minggu (19/7/2020).

Jalur terakhir PPDB jalur zonasi yang dibuka dari 13 Juli lalu resmi ditutup pukul 14.00 WITA, Sabtu (18/7/2020). Paling lambat diumumkan pukul pukul 12.00 malam, Minggu (19/7/2020). Tahapan setelah pengumuman adalah pendaftaran ulang. Siswa akan diberi waktu empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 Juli mendatang.

Yang menjadi catatan Sahruddin adalah tidak semua calon peserta didik mendapatkan kuota untuk bersekolah di sekolah-sekolah negeri tertentu atau yang terdekat dari tempat tinggalnya.

“Pemerintah kota Makassar harus membuat formulasi, bagaimana caranya mengakomodir semua anak-anak kita yang tidak mendapatkan sekolah, baik itu dibuatkan re-grup per kecamatan atau seperti apa,” kata politisi PAN itu.

Ia mendesak pemerintah tidak acuh dengan permasalahan ini. Intervensi dari pemerintah sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi anak-anak yang tinggal di Makassar justru harus bersekolah di luar kota karena kuota penuh.

“Ini bagaimana caranya pemerintah harus hadir. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang tidak bersekolah di tempat sendiri. Makanya saya berharap, tidak ada lagi hari ini anak-anak, khususnya yang tamat SD ataupun baru yang masuk SD tidak bersekolah atau tidak mendapatkan sekolahnya karena tidak mendapatkan kuota sekolah,” pungkas Sahruddin.

Komentar