Diduga Diperas Oknum Jaksa, Kejati Panggil Kepala Sekolah

ILUSTRASI.Korban pemerasan oknum polisi melapor ke Propam Polda Sulsel. (IST)

FAJAR.CO.ID, RIAU– Kejaksaan Tinggi Riau memanggil sejumlah kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Indragiri Hulu. Puluhan kepala sekolah itu dikabarkan mundur akibat diduga diperas lembaga swadaya masyarakat dan oknum jaksa.

Pemeriksaan berlangsung sejak Senin (20/7) pagi di Gedung Kejaksaan Tinggi Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Pemeriksaan masih berlangsung hingga sore. Selain kepala SMP negeri di Indragiri Hulu, Korps Adhyaksa turut memanggil Kepala Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu Boyke Sitinjak. Dengan mengenakan batik cokelat, Boyke mengatakan, ada enam kepala sekolah yang dipanggil.

”Panggilan ada enam orang kepala sekolah yang datang bersama saya. Tapi di luar sepertinya banyak,” kata Boyke seperti dilansir dari Antara.

Boyke mengatakan, pemeriksaan itu terkait dugaan pemerasan yang dilaporkan para guru ke inspektorat. Mereka mengaku diperas oleh oknum jaksa di Kejari Indragiri Hulu terkait pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Akibat pemerasan itu, sebanyak 63 kepala sekolah mundur dari jabatannya.

Terkait hal itu, Boyke sudah melaporkan ke kejaksaan. Dia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kejaksaan. “Biar kejaksaan yang membuktikan,” kata Boyke.

Sementara itu, Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Taufik Tanjung mengatakan, total ada 11 kepala SMP negeri asal Indragiri Hulu yang dipanggil kejaksaan. ”Resminya ada enam kepsek yang sudah dimintai keterangan. Nanti ada lima lagi. Jadi keseluruhan 11,” kata Taufik.

Komentar

Loading...