Diduga Diperas Oknum Jaksa, Kejati Panggil Kepala Sekolah

  • Bagikan

Taufik menjelaskan, dugaan pemerasan itu terjadi sejak 2016. Modusnya adalah adanya LSM menyurati para kepala sekolah terkait penggunaan dana BOS. Mereka mengancam akan melaporkan dugaan penyalahgunaan dana BOS ke kejaksaan.

Taufik mengatakan, kasus bergulir ke kejaksaan dan ada sejumlah oknum jaksa yang turut memintai uang kepada para sekolah. Jumlahnya ada 63 kepala sekolah yang saat ini telah mengundurkan diri.

”Jumlah uang yang diminta bervariasi, ada Rp 25 juta, Rp 45 juta, dan Rp 60 juta. Untuk penyerahan uang, ditunjuk satu orang kepala sekolah yang dipercaya oknum jaksa tersebut. Jadi mereka (kepsek) itu dipanggil oleh oknum jaksa itu, tidak diperiksa cuma disuruh datang. Kembali lagi, nanti ada satu yang dipilih untuk menyerahkan uang itu,” tutur Taufik.

Pemanggilan tidak dilakukan secara resmi, hanya melalui telepon. ”Yang resmi baru panggilan kejati ini,” tambah Taufik.

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mia Amiati mengatakan, hingga sore ini (20/7), pihaknya masih terus mengumpulkan data dan keterangan. (jpc)

  • Bagikan