Rindu Sapardi

Dok/pribadi

Oleh: Aidir Amin Daud

FAJAR.CO.ID — When power leads man towards arrogance, poetry reminds him of his limitations. When power narrows the areas of man’s concern, poetry reminds him of the richness and diversity of his existence. When power corrupts, poetry cleanses, for art establishes the basic human truths which must serve as the touchstones of our judgement. (John F. Kennedy)

Sesungguhnya Kennedy juga hanya mengutip dari penyair Amerika Robert Frost yang meninggal di tahun 1963 dalam usia 89 tahun. Kutipan ini memberi gambaran kepada kita betapa puisi memiliki kekuatan yang begitu memikat. Ketika kekuasaan membawa manusia ke arah kesombongan, puisi mengingatkannya akan keterbatasannya.  Ketika kekuatan mempersempit bidang perhatian manusia, puisi mengingatkannya pada kekayaan dan keragaman keberadaannya.  Ketika kekuasaan korup, puisi membersihkannya. 

Bagi banyak orang, puisi bahkan meruntuhkan hati yang sebagaimanapun kuatnya. 

*****

Kekuatan puisi sebagai kumpulan kata-kata, kembali ‘bergaung’ diberbagai media sosial dan alat komunikasi apa saja, ketika salah satu penyair besar Indonesia Sapardi Djoko Damono berpulang ke Rahmatullah. Al-Fateehah untuk Sapardi.

Saya merasa perlu mengambil kunci mobil menuju ke Rumah Sakit Eka Hospital di BSD Tangerang Selatan — minggu siang kemarin — untuk sekedar ikut melepas orang besar yang selalu tampil bersahaja ini. Sebelum diberangkatkan ke rumah duka di kediamannya Kompleks Dosen UI Ciputat Tangerang Selatan. 

Komentar

Loading...