Tak Berharap Pemasukan Pajak THM

Ilustrasi tempat hiburan malam di kawasan Puncak. Foto: Dede/Pojokjabar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemkot tak berharap banyak pemasukan dari pajak Tempat Hiburan Malam (THM). Kalau pun tetap beroperasi, tak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan mengatakan, sebenarnya tidak ada larangan THM untuk beroperasi. Namun masalahnya, pihak pengelola harus memastikan protokol kesehatan dipatuhi.

“Silakan buka sebenarnya, asalkan protokol kesehatan bisa dijamin. Kalau tidak bisa, jangan buka. Apalagi panti pijat,” ujarnya, Minggu, 19 Juli.

Irwan menjelaskan, pemasukan THM tiap tahun rata-rata Rp40 miliar. Tahun ini ditergetkan bisa tembus Rp70 miliar. Namun pandemi membuat rencana itu direvisi. Irwan pun tak berharap banyak THM bakal memberi pemasukan signifikan.

“Kalau ada pemasukan, tentu tidak seperti yang kita rencanakan. Saya juga luruskan kalau THM itu pendapatannya tidak sampai ratusan miliar tiap tahun,” terangnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin juga mengaku belum memberi rekomendasi untuk membuka THM. Di tengah upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, operasional THM dinilai belum layak.

Sangat rawan menularkan virus. Apalagi, tak ada yang bisa memastikan protokol kesehatan betul-betul diterapkan.”Kami belum rekomendasikan beberapa usaha hiburan itu buka. Kami melihat THM masih memiliki potensi penyebaran karena sulitnya penerapan protokol kesehatan,” ucapnya. (rdi/rif)

loading...

Komentar

Loading...