Tawuran Marak di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Sosiolog

Aksi saling lempar yang menyebabkan sejumlah kaca rumah warga pecah. Beberapa orang terluka.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Di tengah pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh negara, sejumlah aksi tawuran justru marak terjadi, khususnya di Kota Makassar.

Tidak hanya saling melempar batu, tapi pelaku tawuran bahkan membawa busur dan beberapa senjata tajam lainnya.

Pengamat Sosiolog Universitas Hasanuddin, Sawedi Muhammad menilai, jiwa pemberontak pelaku tawuran, tidak hanya terjadi saat pandemi.

Mengingat saat ini, Kota Makassar sudah memasuki tahapan new normal bahkan kehidupan normal. Tetapi kata dia, tawuran terjadi karena ada interkoneksi dari berbagai isu mendasar.

Di antaranya kurangnya peran keluarga sebagai pondasi utama dan gagalnya pemerintah melakukan intervensi program berkelanjutan.

“Kegagalan institusi keluarga sebagai fondasi utama untuk mentransfer nilai-nilai moral yang kuat kepada anak-anak sejak dini. Belum lagi, kegagalan pemerintah melakukan intervensi program pembinaan terhadap anak-anak muda di usia sekolah maupun mereka yang menjadi pengangguran,” jelasnya pada Senin (20/7/2020).

Tidak hanya itu, ketidakadilan sosial dan ekonomi serta penegakan hukum yang belum maksimal juga menjadi pemicu terjadinya tawuran di Kota Makassar.

“Ketidakadilan sosial dan ekonomi yang terus dialami sebagian besar masyarakat perkotaan, terbatasnya akses pendidikan, kesehatan dan juga lapangan kerja yang layak. Penegakan hukum yang tidak banyak pelaku yang diadili dan direhabilitasi secara tuntas sehingga tidak ada efek jera bagi mereka yang terlibat tawuran,” bebernya.

Komentar

Loading...