Uji Klinis Vaksin Covid-19 di AS Diklaim Aman

Ilustrasi vaksin Covid-19 (ANTONOV/AFP)

FAJAR.CO.ID, NEW YORK — Vaksin Covid-19 yang sedang diteliti, mRNA-1273, pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan mendorong aktivitas antibodi penetralisasi pada orang dewasa yang sehat, menurut hasil sementara yang dipublikasikan secara daring (online) pada Selasa (14/7) di The New England Journal of Medicine.

Uji coba fase 1 yang sedang berlangsung tersebut didukung oleh Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional (NIAID) Amerika Serikat (AS), bagian dari Institut Kesehatan Nasional.

Vaksin eksperimental itu, yang dikembangkan bersama oleh para peneliti di NIAID dan perusahaan bioteknologi AS Moderna, dirancang untuk menginduksi antibodi penetralisasi yang menyasar pada sebagian protein lonjakan (spike protein) di virus korona, yang digunakan virus itu untuk mengikat dan memasuki sel manusia.

Uji coba yang dipimpin oleh Lisa Jackson dari Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle tersebut diluncurkan pada 16 Maret ketika partisipan pertama menerima kandidat vaksin.

Laporan sementara merincikan temuan awal dari 45 partisipan pertama berusia antara 18-55 tahun yang terdaftar di lokasi penelitian di Seattle dan di Universitas Emory di Atlanta. Tiga kelompok yang masing-masing terdiri dari 15 partisipan menerima dua suntikan intramuskuler dengan jarak 28 hari, dengan 25, 100, atau 250 mikrogram vaksin yang diteliti.

Pada April, uji coba tersebut diperluas untuk menyertakan orang dewasa berusia di atas 55 tahun, dan saat ini telah menyertakan 120 partisipan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, menurut penelitian itu. Lebih dari separuh partisipan melaporkan rasa lelah, sakit kepala, menggigil, mialgia (nyeri otot) atau sakit pada titik suntikan. Efek samping sistemik lebih umum terjadi setelah vaksinasi kedua dan pada mereka yang menerima dosis vaksin tertinggi.

Komentar

Loading...