Waspada Kejang dan Demam Bisa Petanda Epilepsi

PERHATIAN KHUSUS Demam pada anak perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika demamnya melebihi 38 derajat celcius. Sebab, bisa mengakibatkan kejang dan jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko epilepsi. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID — Kejang saat anak demam (step) perlu mendapat perhatian khusus jika terjadi berulang. Pasalnya, kondisi itu bisa saja epilepsi (penyakit ayan).

Spesialis Anak Siloam Hospitals Makassar, Dr dr Bob Wahyudin, SpAK, CIMI mengatakan, kejang demam atau penyakit step biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak yang tiba-tiba suhu tubuh meningkat. Perubahan suhu anak sangat cepat sehingga tidak disadari tiba-tiba sudah kejang. Kejang demam adalah kejang yang dapat terjadi ketika suhu panas di atas 38 derajat celcius. Kejang biasanya berlangsung selama beberapa menit dan berhenti sendiri. “Jika lama itu baru berisiko,” ujarnya, Minggu, 19 Juli.

Namun pengaruh demam dan kejang-kejang yang berulang bisa meningkatkan risiko epilepsi pada anak. Itu karena dapat memengaruhi otak secara langsung. Divisi Neurologi DIKA FK-Unhas, dr Urfianty MKes SpA menjelaskan,untuk pada anak jika sebelum demam tidak ada diagnosa epilepsi, maka kejang itu hanya pengaruh demam. “Tetapi kalau pernah kejang-kejang berulang sebelumnya tanpa demam maka itu kategori epilepsi,” ucapnya.

Epilepsi adalah gangguan pada otak yang bisa menyebabkan kejang secara tiba-tiba tanpa demam. Bisa karena faktor genetik atau tururnan. “Epilepsi itu gabungan banyak penyakit di otak,” jelasnya. Tetapi, syarat dikatakan epilepsi harus berulang kejang, dari yang pertama jaraknya lebih dari 24 jam. Tetapi untuk anak di bawah 7 tahun, yang mengalami epilepsi fungsi otaknya saling mendukung. Jadi respons pengobatan yang baik.

Komentar

Loading...