Dugaan Korupsi Rp23,5 M, Jaksa Geledah Kantor Disdik

Personil Brimob Polda Riau tengah melakukan penjagaan saat jaksa penyidik Pidsus melakukan pengggelehan di ruangan Kadisdik Riau Zul Ikhram, Selasa (20/7/2020). (RIRI RADAM/RIAUPOS.CO)

FAJAR.C0.ID,PEKANBARU — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau melakukan penggeledahan terhadap Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Selasa (20/7/2020) siang. Hal ini, dilakukan pascapenyidik menetapakan dua tersangka dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) informasi teknologi dan multimedia untuk jenjang SMA.

Penggeledahan kantor yang berada di Jalan Cut Nyak Dien itu, mendapat pengawalan belasan personil Brimob bersenjata lengkap dari Polda Riau. Terlihatan lima personil Brimob melakukan penjagaan di lantai bawah, sedangkan sisanya melakukan penjagaan di lantai atas.

Sementara, jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau melakukan penggeledahan sejumlah ruangan, salah satunya ruangan Kadisdik Riau Zul Ikram yang berada di lantai II. Jaksa penyidik terlihat mencari sejumlah dokumen untuk dijadikan sebagai alat bukti perkara rasuah senilai puluhan miliar tersebut.

“Kami akan melakukan upaya penggeledahan (kantor Disdik Riau). Ini, untuk mencari dan memperdalam alat bukti yang dibutuhkan,” ujar Kajati Riau Mia Amiati usai pengumuman penetapan dua tersangka pada, Senin (19/7) petang.

Proses penggeledahan tersebut, dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ini, pelaksanaan itu masih berlangsung.

Pada perkara ini, telah menetapakan mantan Kabid SMA Disdik Riau Hafez Timtim sebagai tersangka. Ia selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Lalu, Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) cabang Riau Rahmad Dhanil. Mereka bertangung jawab atas kegiatan pengadaan senilai Rp23,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2018 lalu.

Komentar

Loading...