Hasil Survei: Publik Ingin PSBB Dihentikan

Sejumlah pelanggar PSBB dihukum push-up.

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Publik menilai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah saatnya dihentikan. Pasalnya, PSBB di mata publik justru menjadi penghambat perekonomian.

Hal itu terungkap dari survei bertitel Perubahan Opini Publik Terhadap COVID-19: dari Dimensi Kesehatan ke Ekonomi? yang dilakukan lembaga Indikator Politik Indonesia terhadap terhadap 1.200 responden pada 13-16 Juli 2020.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ada 60,6 persen responden yang menilai PSBB sudah cukup dan dihentikan agar ekonomi bisa berjalan. Adapun 34,7 persen responden lainnya menilai kebijakan PSBB sebaiknya dilanjutkan untuk mengatasi penyebaran coronavirus disease 2019 (COVID-19).

“Kemudian 4,7 persen tidak menjawab pertanyaan terkait PSBB, sedangkan 60,6 persen itu masyarakat meminta PSBB sudah cukup,” kata Buhanuddin dalam paparan hasil surveinya secara virtual, Selasa (21/7).Angka responden yang menginginkan PSBB dihentikan itu meningkat tajam jika dibandingkan survei Indikator pada Mei 2020. Kala itu, hanya 43,1 persen responden yang menilai kebijakan PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi bisa berjalan.

Sementara 50,6 persen responden lainnya menilai kebijakan PSBB sebaiknya dilanjutkan agar penyebaran COVID-19) bisa diatasi. Kemudian 6,3 persen tidak menjawab pertanyaan terkait PSBB.

Namun, survei terkini Indikator Politik Indonesia menunjukkan situasi jauh berbeda. Sebab, ada perubahan luar biasa soal pandangan publik atas PSBB.

Komentar

Loading...