Jenderal Polisi hingga Lurah Jadi Korban Kasus Djoko Tjandra, MS Kaban: Presiden Jokowi Jangan Diam, Ini Skandal Besar

MS Kaban

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kasus Joko Soegiarto Tjandra alias Joe alias Joker, terpidana sekaligus buron kasus cessie Bank Bali senilai Rp904 miliar menjadi perhatian publik.

Terlebih, keterlibatan sejumlah jenderal lulusan Akpol Akpol 1991 dalam memberikan keistimewaan buronan kelas kakap Joko Tjandra telah mencoreng nama besar Polri.

Persekongkolan jahat ini pun akhirnya bermuara pada pemecatan dan proses pidana. Pemerintah khususnya Menkopolhukam Mahfud MD diharapkan bisa membentuk Tim Pencari Fakta untuk mendalami kasus ini.

Ya, kedua jenderal Akpol 91 yang begitu kental dalam berkolaborasi itu yakni Brigjen Nugroho Slamet Wibowo (51) dan Prasetijo Utomo (50).

Politisi senior PBB, MS Kaban dengan tegas meminta pemerintah dan aparat serius menangani kasus Joko Djandra.

“Demi hukum dan wibawa pemerintah masih berdaulat, penjarakan Djoko Tjondro sang buronan sblm kabur lagi,” katanya di akun Twitter pribadinya.

Menurutnya, pencopotan beberapa jenderal dan lurah yang membantu proses administrasi kependudukan Joker belum cukup.

“Pencopotan bbrp Jendral polisi, lurah DKI tidak cukup,malah terkesan para Jendral Polis dikorbankan,gak fair dong.PYM Pres Jkwi jgn diam, ini scandal besar,” pungkasnya. (msn/fajar)

loading...

Komentar

Loading...