Masamba Bangkit, Warga Kembali ke Rumah Selamatkan Barang Berharga

Kembali ke Rumah. Warga Radda, Luwu Utara mencari barang berharga di rumah mereka, Senin, 20 Juli. Warga juga mulai membersihkan lumpur di rumah masing-masing. (Syahruddin/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Korban banjir bandang Masamba dan Baebunta mulai bangkit. Sebagian warga sudah membersihkan rumah masing-masing.

Alisman misalnya, tak mau berlama-lama di tenda pengungsian. Dia bersama warga lainnya mengeruk lumpur di dalam rumahnya, Senin, 20 Juli. Berbekal cangkul dan sekop, lumpur setinggi pinggang perlahan diangkat.

Alisman khawatir, jika lumpur dibiarkan berlama-lama di dalam rumah, akan sulit dibersihkan. Pasti mengering sehingga sulit dikeluarkan. Ia sudah sepekan mengungsi.

”Tidak adami yang bisa diambil (barang,red). Semua sudah hancur. Lumpur sampai lutut,” katanya.

Warga Sa’pe, Iwan juga tak mau berlama-lama di pengungsian. Sudah tak tahan menderita, dia ingin segera bangkit. Selamadi tempat pengungsian, dia bersama warga lainnya tak bisa berbuat apa-apa. Makanya mereka berinisiatif membangun kembali perkampungan yang lumpuh total.

”Sisa bersihkan lantai, lumpur sudah dikeruk. Kami berharap secepatnya bisa kembali ke rumah,”harap Iwan.

Tak hanya rumah warga, sejumlah elemen masyarakat juga ikut membersihkan lumpur di fasilitas ibadah hingga tempat umum lainnya. Sumur yang tertimbun kembali digali. ”Kita ramai-ramai mengangkut material dari masjid agar cepat kembaliberjamaah,” kata Jumardin.

Aktivis Pemuda Muhammadiyah Luwu Utara ini ikut mengambil bagian membersihkan masjid. Sebab selama banjir bandang, lumpur yang ada dalam masjid mencapai satu meter. Tiga alat berat dikerahkan mengeruk lumpur yang menggunung di halaman depan masjid.

Komentar

Loading...