Panggil Tukang Pijat ke Kamar, Pemuda Ini Kaget Bukan Main Saat Buka Pintu

Dua terdakwa Steven dan Oda Yaka Dema Satria menjalani sidang virtual dengan agenda dakwaan kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Masa muda terdakwa Steven, 25, dan terdakwa Oda Yaka Dema Satria, 25, kini berada di ujung tanduk.

Dua sahabat itu terancam pidana penjara paling lama 20 tahun karena melakukan permufakatan jahat menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Keduanya patungan membeli sabu-sabu seharga Rp6 juta kepada seseorang yang dipanggil Anton seberat 4 gram.

Apes, barang haram itu baru dipakai sedikit, tapi mereka sudah ditangkap anggota Polresta Denpasar. Uniknya, sambil memakai narkoba, terdakwa Oda yang juga karyawan hotel memanggil tukang pijat.

Tapi, saat pintu diketuk, yang datang bukan tukang pijat seperti yang diharapkan. Ketika pintu dibuka, yang datang adalah polisi.

Baca juga: Suami Pergi Melaut, Ibu dan Anak Malah Asyik Berbuat Terlarang di Rumah

Mereka pun hanya bisa pasrah. Hal itu terungkap dalam persidangan daring di PN Denpasar, kemarin (20/7).

“Terdakwa ditangkap pada 13 Maret 2020 sekitar pukul 21.30 bertempat di Perum Puri Priskila, Jalan Mertasari, Nomor 25, Kerobokan, Kuta Utara, Badung,” ungkap JPU Cok Intan Merlany Dewie kepada majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi.

Lebih lanjut dijelaskan JPU, sebelum ditangkap terdakwa Steven mendapat pesan dari Anton mengambil tempat tempelan sabu di bak sampah depan rumah para terdakwa.

Selanjutnya terdakwa menuju depan rumah. Steven menemukan buntalan plastik lalu dibawa masuk ke rumah. Setelah dibuka di dalamnya terdapat tiga plastik klip yang berisi kristal sabu.

Komentar

Loading...