Pengamat Minta Sistem Lelang Proyek Pemda Gowa Harus Ditinjau Ulang

Arief Wicaksono

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pengamat pemerintahan, Arief Wicaksono menilai sistem seleksi pengadaan barang/jasa yang diterapkan Pemerintah Gowa harus ditinjau kembali.

Pasalnya belum lama ini, proyek gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf diduga terjadi monopoli.

Diketahui, PT Te’ne Jaya yang dikendalikan Sahar Sewang, berhasil keluar sebagai pemenang tender sebanyak tiga kali. Pada Agustus 2017 dengan anggaran Rp19,2 miliar, kemudian tahun 2019 anggaran Rp20 miliar, dan 2020 anggaran Rp39,8 miliar.

Sahar Sewang yang menduduki jabatan komisaris di PT Te’ne, ternyata juga komisaris di PT Harfia Graha Perkasa. Perusahaan yang juga ikut lelang tender di proyek yang sama sejak 2017 hingga 2020.

Bahkan, PT Harfia sempat menang tender di tahun 2018, dengan anggaran Rp39,4 miliar. Banyak yang menduga terjadi persekongkolan dalam proyek tersebut.

“Sistem seleksi perusahaannya ini yang harus ditinjau kembali, harus diperbaiki. Kenapa bisa ada beberapa perusahaan dikendalikan sama satu orang, ini yang harus ditinjau” ucapnya pada fajar.co.id

Ia menuturkan, jika ada unsur pelanggaran dalam tender proyek itu, pihak Pemda Gowa harus menindak lebih lanjut.

“Jadi dilihat di undang undang yang mengatur, kalau ada pelanggaran yah harus ditindak tegas. Apalagikan kalau jelas melanggar tentang pengadaan barang dan jasa,” bebernya. (Anti/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...