Puluhan Kepala Sekolah Diduga Diperas, 5 Oknum Jaksa Diperiksa

Kajati Riau Mia Amiati memberikan di Pekanbaru pada Senin (20/7). (Anggi Romadhoni/Antara)

Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto menambahkan, pemeriksaan perkara itu masih terus berlangsung. ”Dari sisi staf kejaksaan bahwa mereka tidak pernah menerima. Tapi akan kami dalami terlebih dahulu. Termasuk siapa yang mengumpulkan uang atau ada pihak yang mengatasnamakan kejaksaan kita dalami juga,” ujar Budi.

Dia juga menjelaskan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau pada Senin (20/7) telah mendatangi kejaksaan. Inti pertemuan itu adalah bahwa bendahara sekolah menginginkan agar adanya pendampingan dari kejaksaan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk dana BOS.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Taufik Tanjung mengatakan, total ada 11 kepala SMP negeri asal Inhu yang dipanggil kejaksaan. ”Resminya ada enam kepala sekolah yang sudah dimintai keterangan. Nanti ada lima lagi. Jadi keseluruhan 11,” kata Taufik.

Taufik menjelaskan, dugaan pemerasan itu sejatinya telah terjadi sejak 2016. Modusnya adalah adanya LSM menyurati para kepala sekolah terkait penggunaan dana BOS. Mereka mengancam akan melaporkan dugaan penyalahgunaan dana BOS ke kejaksaan. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...