Taufan Pawe Tegaskan Golkar Milik Semua Kader

Taufan Pawe saat mengembalikan formulir Musda X Golkar Sulsel. (Endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Ketua DPD II Partai Golkar Pare Pare, Taufan Pawe mengembalikan formulir pendaftaran sebagai syarat untuk maju sebagai Calon Ketua Golkar Sulsel pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-X.

Wali Kota Pare Pare itu mendatangi Sekretariat Panitia Musda Golkar, Jalan Bontolempangan, Makassar, pukul 14.30 Wita, Selasa (21/7/2020).

Ia diterima Panitia Tim Pengarah, Syahrir Cakari dan sejumlah staff panitia lainnya. Panitia menerima berkas formulir dan langsung dilakukan pengecekan kelengkapan dokumen.

Kehadiran Taufan Pawe kali ini untuk membuktikan segala syarat pengembalian berkas dalam rangka Musda Golkar Sulsel ke-X ia selesaikan.

“Saya membawa semangat ingin menjadikan partai lebih baik ke depan. Tidak sedikit agenda partai yang akan kita hadapi. Saya bertekad gar Sulsel ini kembali menjadi lumbung suara Partai Golkar,” tegas Taufan Pawe.

Selaku ketua DPD II, Taufan juga menegaskan komunikasi dengan pemilik suara tidak pernah putus bahkan sangat terukur. Ada kiat penyampaian konsep untuk menjadikan Golkar lebih besar.

Ia ingin ada lompatan berarti karena partai berlambang pohon beringin ini akan menghadapi Pemilu 2024 dan Pilkada 2020 dalam waktu dekat.

“Golkar partai profesional, tidak ada pemegang ‘saham’, tapi milik semua kader. Musda diramaikan dengan kandidat yang punya kapasitas tidak diragukan lagi. Tinggal dilihat visi misi untuk mengangkat partai ini kembali besar,” ungkapnya.

Taufan juga menyinggung terkait surat rekomendasi DPP terhadap Anggota DPR Supriansa. Surat rekomendasi yang langsung ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodwijk Paulus itu seolah menjadi isyarat positif kepada Supriansa untuk memimpin Golkar Sulsel menggantikan Nurdin Halid.

“Maaf saya izin berpendapat, Itu bukan diskresi, itu hanya surat rekomendasi biasa. Karena sahabat saya Supriansa anggota Komisi III DPR, ia juga kader. Karena ia tidak punya syarat formal, yaitu harus menjadi pengurus selama 5 tahun,” kata dia.

Namun, lanjut Taufan, surat itu tetap meminta Supriansa harus tetap mentaati semua tata tertib yang disepakato dalam forum Musda X Golkar Sulsel khususnya yang berkaitan dengan proses penjaringan calon, persyaratan kelengkapan administrasi calon, dan mekanisme pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.

Catatan kedua adalah DPP Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada peserta Musda X sebagai pemegang hak suara yang sah berkaitan dengan pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...