Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia sudah Masuk Tahap Ketiga

Peneliti menambakan cairan ke dalam sampel-sampel cairan herbal saat uji Lab obat herbal untuk penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020). Para peneliti dari LIPI mengembangkan ramuan tanaman dari herbal daun Ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe sebagai obat penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona, hingga saat ini penemuan tersebut masih dalam proses penelitian dan uji lab. ( Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengungkapkan bahwa uji klinis vaksin Sinovac dari Tiongkok sudah memasuki tahap ketiga. Ini merupakan fase final sebelum vaksin tersebut digunakan secara luas di masyarakat.

“Jadi sekarang ini, kami akan melakukan uji klinik fase tiga. Jadi ini tahap yang paling penting dan sudah tahap lanjut. Artinya sudah hampir kami sampai pada menemukan dan produksi vaksin tersebut,” kata dia usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

Menurut dia, fase pertama dan kedua yang juga melewati tahapan praklinis sudah dilewati. Saat ini, peneliti kesehatan sudah menyatakan bahwa vaksin tersebut sudah siap untuk memasuki uji klinis.

Penny menjamin protokol dan uji klinis tahap terakhir ini sesuai dengan aturan yang berlaku. BPOM, lanjut Penny, akan mendampingi tim uji klinis vaksin sampai izin edarnya keluar.

“Juga secara paralel proses produksi yang akan dilakukan oleh Bio Farma sudah akan kami dampingi dikaitkan dengan fasilitasnya. Sehingga memang nanti pada saat uji klinis selesai, kami memberikan izin edar, segera bisa kita edarkan, sudah didistribusikan,” kata dia.

Penny memastikan kapasitas produksi vaksin tersebut bisa dikelola dengan baik.

Sampai saat ini, lanjut dia, pijaknya sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun dengan target mencapai 250 juta dosis per tahun ke depannya. Baca Juga: Astaga, Pria Ini Tanpa Beban Bersepeda di Tengah Tol Cipali “Tetapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis pada Januari, pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun,” tandas dia. (tan/jpnn)

Komentar

Loading...