Arti Politik Menurut Anak

Ilustrasi. Anak Bilingual. Foto/iStock

FAJAR.CO.ID, CB–Seorang murid SD mendapat pekerjaan rumah (PR) dari gurunya. Ia harus menjelaskan definisi “politik”.

Tentu saja murid itu bingung. Ia sama sekali tak memahaminya. Lantas, ia bertanya kepada ayahnya. Di sinilah masalah pelik itu bermula.

Murid: “Ayah, apa sebenarnya makna ‘politik’ itu?”

Si ayah tak mau langsung mendefinisikan. Ia mau anaknya dapat berpikir secara kreatif, lalu mengambil kesimpulan sendiri agar kelak bisa menjelaskan dengan kata-katanya sendiri.

Ayah: “Baiklah, Nak. Ayah akan jelaskan dengan contoh ini. Ayah adalah orang yang bekerja untuk menanggung keluarga, jadi kita sebut ayah adalah ‘investor’. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya ‘pemerintah’. Kami di sini memperhatikan keperluanmu, jadi kita anggap kamu sebagai ‘rakyat’. Ada pun pembantu, kita memasukkan dia ke dalam ‘kelas pekerja’. Adikmu yang masih bayi, kita anggap sebagai ‘masa depan’. Sekarang, pikirkan hal itu dan kita lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kamu pahami.”

Si murid kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan penjelasan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adiknya menangis. Setelah ia cek, adiknya kencing di kasur.

Si murid lalu menuju ke kamar tidur orang tuanya. Ia mendapati ibunya sedang tidur nyenyak. Karena tidak ingin membangunkannya, ia pergi ke kamar pembantu.

Komentar

Loading...