Banjir Bandang di Luwu Utara, 14.483 Orang Masih Mengungsi

Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. (Dok BNPB)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Belasan ribu orang harus mengungsi akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Sebanyak 14.483 orang masih mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabang, Baebunta dan Masamba.

“Warga yang mengalami luka-luka mencapai 106 orang, 22 di antaranya menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Raditya menuturkan, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Sementara itu, kerugian mencakup rumah terdampak sebanyak 4.202 unit, tempat usaha mikro 82, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2 dan pasar 1.

“Sedangkan kerusakan infrastruktur meliputi jalan sepanjang 12,8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m dan bendungan irigasi 2 unit,” ucap Raditya.

Menurut pantauan BPBD setempat, lanjut Raditya, akses Jalur poros Masamba – Baebunta dan Jalan Poros di Kecamatan Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur. Menurutnya, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Raditya berujar, kerusakan lahan produktif mencakup 219 hektar lahan pertanian dan 241 hektar lahan sawah.Upaya penanganan darurat lain yang dilakukan dengan pendirian dapur umum yang tersebar di enam titik.

BPBD dan instansi terkait, kata Raditya, telah mendistribusikan bantuan logistik melalui motor trail untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat. Tantangan ini, mengakibatkan distribusi bantuan logistik belum dapat diakses para penyintas di beberapa titik dengan optimal.

Komentar

Loading...