Disdik Kaji Tambah Rombel, Tampung Calon Siswa Tak Lulus PPDB

Calon siswa mengakses situs PPDB online. Pendaftaran rencananya dibuka 8 Juni nanti. (Rekian - radarkediri.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masih ada peluang bagi calon siswa yang tak lulus PPDB. Disdik Sulsel mengkaji penambahan rombongan belajar (rombel) SMA negeri.

Usulan tambahan rombel tersebut datang dari Ombudsman. Kepala Perwakilan Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer menilai, ada 20 sekolah yang memungkinkan untuk menambah rombel baru. Masing-masing bahkan bisa menambah sampai dua rombel baru.

Subhan mengatakan, masih banyak anak yang tak bisa tertampung di SMA negeri. Terutama mereka yang tergolong kategori miskin dan harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta lantaran tak ada ketersediaan kursi.

“Padahal beberapa sekolah memungkinkan untuk menambah jumlah siswa baru. Seperti SMAN 11, SMAN 16, dan beberapa sekolah lain. Kecuali dua sekolah yakni SMAN 21 Makassar dan SMAN 5 Makassar,” bebernya kepada FAJAR, Selasa, 21 Juli 2020.

Dia pun meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel segera membuka pendaftaran untuk pengisian tambahan siswa baru. Sistemnya, cukup menerapkan jalur zonasi. Mereka yang terpotong kelulusannya pada jarak tertentu, langsung dimasukkan ke tambahan rombel tersebut.

Subhan tak ingin yang lolos merupakan siswa tidak terdaftar. Sekolah mengambil calon siswa berdasarkan peringkat yang tak bisa lolos lantaran kuota yang terbatas. “Itulah yang harus ditampung dalam jalur tambahan rombel,” tambahnya.

Ketua Tim Kajian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sulsel, Sabri mengatakan, usulan Ombudsman untuk menambah rombel di 20 sekolah, sulit dilakukan. Jika ada tambahan rombel, kemungkinan hanya dilakukan untuk dua sampai tiga sekolah saja. Bukan di semua sekolah.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangannya sebelum memutuskan pembukaan rombel baru. Salah satunya soal ketersediaan guru pengajar. Beberapa sekolah tak memiliki guru tetap berstatus ASN untuk sejumlah mata pelajaran tertentu.

“Misalnya di SMAN 7 Makassar, itu kekurangan guru. Sulit kalau kita mau tambah rombel. Salah satu sekolah yang bisa tambah rombel yakni di SMAN 16. Kami masih sementara inventarisasi sekolah lain,” bebernya ketika ditemui FAJAR, Selasa, 21 Juli 2020.

Pihaknya meminta waktu, satu atau dua hari ke depan untuk mengkaji kebijakan ini. Mereka sementara melihat beberapa sekolah yang berpotensi untuk bisa tambah rombel.

“Paling dua atau tiga sekolah. Itupun masing-masing satu rombel,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Basri mengatakan, usulan tambahan rombel memang masukan Ombudsman Sulsel. Dia menjelaskan, usulan itu sementara dipertimbangkan oleh tim kajian PPDB.

Pihaknya juga akan mengakomodasi beberapa kecamatan di Makassar yang tak memiliki sekolah. “Tentu mereka kesulitan lulus kalau berhitung jarak. Makanya akan kami akomodasi juga di jalur tambahan rombel,” jelasnya ketika ditemui FAJAR sore kemarin. (*)

REPORTER: ANDI SYAIFULEDITOR: HARIFUDDIN

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...