Parpol Pragmatis di Pilwalkot Makassar, Pengamat: Dukung Karena Potensi Keterpilihan Bukan Kedekatan


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Partai politik (parpol) pada kontestasi di Kota Makassar cenderung pragmatis dalam penentuan usungan. Itu karena figur yang akan bertarung tidak murni punya kedekatan ideologi dengan partai.

Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) berlatar belakang profesional sebelum bergabung dengan Gerindra. Kemudian, Syamsu Rizal (Deng Ical) sebelumnya adalah kader partai lain, tetapi kini diusung partai lainnya lagi. Lalu, Munafri Arifuddin (Appi) berlatar belakang pengusaha, sedangkan Irman Yasin Limpo (None) dari kalangan birokrat.

Maka muncul kecenderungan partai hanya akan mendukung dengan melihat potensi keterpilihan, tidak lagi kedekatan secara parpol. Hal inilah yang menjadikan pergerakan politik sulit ditebak.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Ibnu Hadjar Yusuf, punya pandangannya sendiri terkait pemetaan para kontestan.

Menurutnya, semua figur punya peluang untuk menang, tetapi apabila masuk pada wilayah ketokohan akan merujuk pada calon tertentu yang memiliki peluang lebih besar.

“Pak Danny sangat besar peluangnya. Dia incumbent, program begitu mengakar dan itu sangat dirasakan warga,” kata Ibnu kepada awak media, Selasa (21/7/2020).

“Deng Ical adalah mantan Wakil Wali Kota, None mantan Kadis Pendidikan (Sulsel) juga klan Yasin Limpo. Sementara Appi seperti diketahui punya sokongan Bosowa. Semuanya berpeluang, tetapi kalau soal ketokohan Pak Danny memang memiliki peluang, paham betul soal kepemimpinan,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar