Paus Raksasa yang Mati Hilang Tengah Malam, Ini Kesaksian Petugas BBKSDA

Warga menyaksikan paus biru yang terdampar dan mati di pesisir pantai Kota Kupang, Selasa (21/7). Foto: Antara/Ho

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Paus biru yang terdampar dan mati di pesisir pantai Kecamatan Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, hilang dari lokasi tersebut, Rabu (22/7) pagi.

Beberapa warga yang melintas di sekitar lokasi tersebut sempat berhenti untuk mencari tahu keberadaan paus tersebut, namun tak terlihat, padahal kondisi air sedang surut.

“Tadi malam masih ada di sini, pagi ini saya turun ke pesisir untuk melihatnya, tapi sudah tidak ada lagi, mungkin hanyut terbawa air laut saat sedang pasang,” kata Ansel, warga Nunhila yang ditemui di lokasi.

Ia meyakini tak mungkin ada yang bisa menarik paus yang beratnya mencapai 100 ton tersebut. Sementara itu Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Zaydi ketika dihubungi mengatakan bahwa paus itu diketahui hanyut terbawa oleh air laut saat pasang.

“Semalam kami dari BBKSDA menerjunkan tim untuk bertugas menjaga paus tersebut namun paus itu hanyut,” ujar dia.

Ia mengatakan sudah mendapatkan laporan dari petugas BBKSDA yang bertugas menjaga paus terdampar dan mati tersebut. Zaydi mengatakan bahwa pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 wita tim UPS BBKSDA NTT yang piket di lokasi melaporkan paus sudah mengambang di air dan hanyut.

Tim pun berusaha mencari paus tersebut dan berusaha mengejar paus itu dengan speed boat namun tak sempat karena hilang dan semakin gelap keadaan di laut.

Komentar

Loading...