Pilwali Surabaya, PDIP Belum Tutup Peluang Koalisi

TOKOH PENTING: Figur Tri Rismaharini diharapkan PDIP sebagai pendulang suara saat pilwali. (PDIP for Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,SURABAYA– PDIP belum sepenuhnya menutup rapat pintu koalisi. Partai lain masih memiliki kesempatan merapat dalam satu barisan. Mendukung calon yang dipilih DPP PDIP. Meskipun peluang tersebut tipis.

Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono menjelaskan, sejauh ini memang belum ada niat PDIP berkoalisi dengan partai lain. Pasalnya, persyaratan yang dikantongi partai berlambang banteng moncong putih itu sudah lebih dari cukup. ”Kami menjadi partai pemenang pileg,” ujarnya.

Dari total 50 kursi di DPRD, PDIP menjadi fraksi terkuat. PDIP menguasai 15 kursi. Partai berlambang banteng moncong putih itu pun menguasai seluruh alat kelengkapan dewan (AKD). Mulai ketua komisi, ketua bamus, hingga ketua banggar. Kader PDIP menduduki pos penting. Salah satunya Tri Rismaharini. Selama dua periode, Risma memimpin Kota Surabaya.

’’Tapi, tentu saja ada beberapa hal terkait persoalan koalisi yang harus dibahas lebih lanjut,’’ terangnya. Meski agak sulit koalisi, bukan berarti koalisi dengan partai lain mustahil. ’’Jika platform dan kesepakatannya bertemu, kenapa tidak?’’ ucapnya. Itu mengisyaratkan bahwa kemungkinan parpol lain yang mau berkoalisi agak sulit jika berharap mendapat paket bacawawali.

Sebab, PDIP sendiri tak kekurangan nama yang akan dimajukan. Misalnya, nama Whisnu Sakti Buana. Sebelumnya, dia duduk sebagai ketua DPC PDIP Surabaya. Ada juga nama mantan Ketua DPRD Surabaya Armuji. Selain itu, kader perempuan Dyah Katarina tidak bisa dipandang sebelah mata. ”Saya pastikan 18 nama yang mendaftar berkualitas,” jelasnya. Nama-nama itu bisa saling melengkapi. Misalnya, PDIP memasang dua kader partai. Calon yang ditunjuk DPP berpasangan dengan sesama kader banteng.

Komentar

Loading...