Soal Dinasti Politik, Hasto: Gibran Tidak Bisa Memilih Mau Lahir dari Mana

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Pertemuan tersebut membahas pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Solo. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Putra sulung Preisden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming ditunjuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maju di pemilihan wali kota Solo. Kritik bahwa kepala negara sedang membangun dinasti politik pun bertubi-tubi datang.

Lantas bagaimana partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri menjawab adanya politik dinasti tersebut? Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan adalah hak setiap warga negara untuk bisa ikut serta dalam hajatan Pilkada serentak. Termasuk Gibran yang mencalonkan di Pilkwali Solo.

‎”Tertuang di dalam konstitusi setiap warga negara punya hak konstitusional untuk mencalonkan dan dicalonkan. Mas Gibran tidak bisa memilih mau lahir dari mana,” ujar Hasto dalam acara peresmian 20 Kantor DPD/DPD melalui telekonferensi, Rabu (22/7).

PDIP membuka ruang baik kader partai maupun dari luar untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Sehingga memberikan kesempatan yang sama asal mengikuti proses bukan hanya kepada Gibran.

“Ya kita tahu bahwa PDIP menepatkan proses kaderisasi itu dimulai dari keluarga. Ini menjadi sikap bukan hanya masyarakat tapi di seluruh dunia pendidikan itu dimulai dari keluarga demikian juga pendidikan dalam politik,” ujar Hasto.

Karena itulah, lanjut Hasto, PDIP membuka ruang bagi kader-kader partai yang penting ruang itu dibuka bagi mereka yang berasal dari dalam dan dari luar‎ keluarga.

Sama dengan Gibran, putri Wapres Ma’ruf Amin Siti Nur Azizah juga berniat bertarung di Pilkada, yaitu di Pilwali Tangerang Selatan. Artinya, terlahir menjadi anak seorang kepala negara tentu tidak bisa menghentikan niat sesoarang untuk maju dalam Pilkada 2020.

Komentar

Loading...