Tender RSUD Gowa Tidak Tayang di LPSE, Dugaan Persekongkolan Menguat

Banyak Kejanggalan. Suasana salah satu gedung di RSUD Syekh Yusuf. Proyek ini menuai sorotan lantaran banyak dugaan kejanggalan dalam proses tender. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Tender proyek gedung RSUD Syekh Yusuf tidak ditayangkan di LPSE Kabupaten Gowa. Diduga ada persekongkolan.

Ketua Lingkar Advokasi Sulsel, Hendrianto Jufri, mengatakan, lelang tender proyek menjadi tanda tanya ketika tidak ditayangkan pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dia menduga pemenang tender dipaksakan.

“Ada apa sebenarnya. Jangan sampai dipaksakan untuk dimenangkan PT Tene Jaya. Ini dugaan kami,” kata Hendrianto, Selasa, 21 Juli.

Menurutnya, ada dugaan unsur kesengajaan tender pada 2017 di LPSE Kabupaten Gowa tidak ditayangkan. “Yah, sudah diatur begitu. Ini dugaan saja,” ungkap mempertegas.

Sebab, pengadaan barang dan jasa pada 2017 masih berpedoman pada Perpres No 54 tahun 2015. Lelang tender harus diikutiminimal tiga orang penawar. “Jika tidak cukup tiga, maka tender gagal. Harus diulang,” ujarnya.

Sementara Perpres No 16 Tahun 2018 mulai berlaku per 1 Juli 2018. Baru diperbolehkan memenangkan perusahaan meski hanya ada satu penawar saja.

“Nah, barulah tender proyek RSUD Gowa ini ditayangkan di LPSE pada 2018, 2019, dan 2020,” terangnya.

Padahal, sebelumnya Komisaris PT Tene Jaya, Sahar Sewang, bertutur perusahaannya satu-satunya yang memasukkan penawaran. “Tidak ada lagi yang lain. Karena itu butuh biaya besar. Tidak ada yang sanggup,” katanya.

Kakanwil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Hilman Pujana, mengatakan, jika proyek tidak diumumkan di LPSE bisa saja ada dugaan membatasi peserta.

“Pemenangnya juga akan ditanya dapat info tender ini dari mana,” jelas Hilman.

Hanya saja lanjutnya, KPPU tetap fokus pada pengaturan tender tersebut. Cara mengaturnya bagaimana dan siapa saja yang terlibat. “Nanti kita lihat,” imbuhnya.

Pegawai Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Gowa tidak dapat menampik tidak ditayangkannya lelang proyek RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.

Setelah berusaha memeriksa di LPSE,memang benar tidak ada. Sementara awal pembangunan gedung tujuh lantai dimulai tahun 2017.

“Wah, memang tidak ada,” kata pegawai ULP Kabupaten Gowa yang minta untuk tidak disebutkan namanya.

Ia mengaku selama ini tidak ada gangguan. Hanya saja, pihaknya sama sekali tidak mengetahui, kenapa lelang tersebut tidak ditayangkan. Begitu juga dengan pegawai LPSE Kabupaten Gowa yang melakukan pemeriksaan, gagal menemukan lelang tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf, dr Suryadi, juga tidak mau menanggapi perihal tersebut. (ans/dir/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...