Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Siap dalam 3 Bulan

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Reuters)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Indonesia memiliki harapan untuk bisa memerangi virus Korona dengan hadirnya vaksin Sinovac dari Tiongkok. Vaksin yang dikembangkan oleh Biofarma dan tim dari Universitas Padjajaran itu masih dikembangkan dalam fase 3. Yakni menguji efektivitas vaksin kepada para sukarelawan. Presiden Joko Widodo pun meminta para peneliti agar vaksin bisa tersedia dalam 3 bulan.

Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana pada Selasa (21/7), Ketua Tim Riset Vaksin Covid dari Unpad Prof Kusnadi ditarget agar vaksin bisa siap untuk diproduksi massal dalam 3 bulan ke depan. Namun menurut Kusnadi hal itu tak bisa dipenuhi.

“Arahan khusus dari pak Presiden usahakan vaksin ini cepat ada. Kalau bisa 3 bulan. Kami bilang enggak bisa 3 bulan karena kami harus melakukan dengan hati-hati dan dengan benar,” jelas Prof Kusnadi.

Sebab, ungkap Prof Kusnadi, kalau untuk uji klinis medis ada tata cara yang sudah diatur WHO. Tak boleh dipercepat, nanti hasilnya tidak baik dan malah vaksin ini tidak terpantau efek sampingnya dan manfaatnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Ahli Vaksin (Internist & Vaccinologis) dari In Harmony Clinic, dr. Kristoforus HD, SpPD. Menurutnya fase 3 saja membutuhkan waktu 6 bulan lamanya.

“Biofarma dapat 2400 dosis buat uji coba dulu. Fase 3 butuh 6 bulanan. Biofarma sudah menargetkan akan menyelesaikan di Januari 2021,” ujarnya.

Komentar

Loading...